Langsung ke konten utama

Seleksi Berkas Beasiswa Spesialis LPDP

Bagi teman-teman dokter mungkin masih asing dengan beasiswa LPDP. Tadinya aku juga tidak tahu. Beasiswa LPDP ini aku tahu dari temanku yang saat itu mau mendaftar di rumah sakit yang sama.

Seleksi pertama adalah seleksi berkas. Untuk tahap ini, mungkin banyak sekali pendaftar yang gugur karena tidak mengupload salah satu atau beberapa syarat.

Saya sarankan untuk membuka daftar "barang-barang" yang harus diupload di web resmi dan mengupload dengan seksama karena bisa jadi persyaratan berubah.

Program studi sesuai prioritas LPDP adalah sebagai berikut:
1. Obsgyn
2. Anak
3. Penyakit Dalam
4. Anestesi
5. Bedah
6. Radiologi
7. Patologi Klinik
8. Rehabilitasi Medik

Tapi tidak menutup kemungkinan selain itu dipertimbangkan asal alasannya jelas dan masuk akal.

Berkas yang diunggah antara lain:
1. STR
2. Ijasah S1 dan Profesi
3. Transkrip nilai (IPK minimal 3,00)
4. Surat ijin atasan bagi yang bekerja
5. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat
6. Surat keterangan sehat dan bebas narkoba
7. Esai "Kontribusiku bagi Indonesia" (KI) dan "Sukses Terbesar dalam Hidupku" (STH)
8. Study Plan
9. Minimal TOEFL 500/IBT 61/IELTS 6/TOEIC 600 dari lembaga yang terakreditasi

Untuk esai sebaiknya ditulis yang bagus dan harus nyata karena itu akan ditanyakan saat wawancara. Saya menulis peran di masyarakat untuk KI, lalu prestasi dan pengalaman organisasi pada STH. Baca juga: Tips Bagaimana Membuat Esai yang Bagus

Untuk surat rekomendasi teman sejawat bisa meminta dosen pembimbing skripsi, direktur RS tempat bekerja, ketua organisasi tempat sejawat aktif, profesor di universitas, atau siapa saja tokoh masyarakat dengan syarat: perekomendasi HARUS mengenal personal karena ada skor yang akan disertakan di sana.

Pengalaman saya, dari cerita-cerita yang pernah saya tau, pada poin TOEFL terkadang teman sejawat kurang memperhatikan lembaga yang menerbitkan, sehingga gugur di administrasi, atau tidak menulis esai, atau tidak mengirim salah satu persyaratan yang harus diupload.

Setelah lulus seleksi berkas, akan ada seleksi wawancara dan leaderless group discussion. Berikut Tips Wawancara dan Tips Leaderless Grup Discussion LPDP 

Sementara sekian dari saya, semoga membantu. :-)

Komentar

  1. Hi, sy Tresya, ingin tanya, kalau surat rekomendasi harus 2 yah?? 1 aja nggk bisa?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Wawancara Beasiswa LPDP

Selamat buat teman-teman yang sudah lolos seleksi berkas. Baca tips seleksi berkas Seleksi berikutnya adalah wawancara dan Leaderless Grup Discussion (LGD).  Berikut tips wawancara, semoga dapat membantu teman-teman. Oiya, LGD kami bahas di artikel sebelumnya. Berdasarkan pengalaman saya, dan beberapa teman, wawancara itu sangat variatif, baik pewawancara, pertanyaannya, perkembangan pembicaraan saat wawancara, dan karakter masing-masing pewawancara, bisa jadi kita (baca: saya) merasa saat diwawancarai belum menjawab secara optimal, atau tidak seperti yang dipikirkan, tapi itu semua belum tentu hasilnya, so, pray to the God, agar saat ditanya Allah memberikan bimbingan yang terbaik, and just be your self. Berikut beberapa hal mengenai wawancara yang perlu teman-teman ketahui. Setelah verifikasi, lanjut ke tahap wawancara. Bila belum verifikasi tidak diperkenankan mengikuti wawancara. Pertanyaan wawancara LPDP biasanya ditanyakan oleh 3 orang pewawancara, tentang 3 ranah, yaitu: ...

Tips Leaderless Grup Discussion Beasiswa LPDP

Berikut tips mengikuti seleksi diskusi kelompok LPDP. Untuk seleksi berkas ada di sini Setelah dinyatakan lolos seleksi berkas, seleksi selanjutnya adalah Leaderless Grup Discussion (LGD) dan wawancara. Pada tahap ini, peserta melakukan verifikasi dokumen terlebih dahulu dengan membawa dokumen asli, foto dan kartu identitas. Dokumen harus yang asli, tidak boleh fotokopi, meskipun ada legalisir. 1. Leaderless Group Discussion Diskusi mengenai suatu topik, dengan sumber diskusi berupa tajuk atau berita di koran. Durasi kurang lebih 20 menit. Anda akan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. 1 kelompok beranggota sekitar 8 hingga 10 orang. Kelompok tersebut akan masuk ke ruang diskusi dengan dua pengawas (mungkin psikolog?) yang akan mendampingi dan menilai jalannya diskusi. Kemudian Anda diminta duduk sesuai nomor urut di kursi masing-masing. Lalu diminta membaca fotokopian tajuk atau berita dari koran selama sekitar 2 atau 3 menit. Biasanya ada suatu topik, lalu ada 3 sampai 4 per...