Langsung ke konten utama

7 Cara Sabar Menahan Marah dan Emosi dalam Islam

Kali ini mimin akan membahas tentang cara menahan amarah. Sebagian besar materi diambil dari buku Risalah Book Series: Seri Qur’anic Personality “Pengendali Amarah: Jawara Sejati, Kuat Menahan Emosi”

Cocok banget buat mamak-mamak, terutama mimin yang kadang sering emosian, apalagi kalau lagi PMS ya keun… 😁

Buku ini adalah bagian keempat dari Seri Qur’anic Personality, buku lainnya adalah: Penakluk Malam, Pendekar Istghfar, dan Pahlawan Sedekah.

 

Keutamaan Menahan Amarah

Dalam surat Ali Imron ayat 133-134, Allah menyebutkan beberapa ciri orang-orang yang bertakwa.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imron: 133-134).

Salah satu kriteria orang bertakwa yang Allah sebutkan dalam surat Ali Imron 134 adalah orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain.

Yaitu orang-orang yang ketika jiwanya dipenuhi amarah, dizhalimi dan dibuat marah, mereka mampu menahan dirinya untuk tidak meluapkan amarahnya, dengan berkata kotor dan kasar, tidak melampiaskan dengan membalas dendam, memukul atau perbuatan buruk lainnya, padahal dia mampu untuk melakukannya. Mereka menahannya demi mendapat kemuliaan dari Allah.

Tak cukup hanya tidak marah, mereka juga memaafkan orang yang berbuat kesalahan kepadanya.

Sebagai sebuah unggulan amal, menjaga amarah memang tak mudah. Maslahat yang bisa didapat dan mafsadat yang terhindar dari menahan amarah sangat besar. Keutamaan menahan amarah diantaranya disebutkan dalam hadist-hadist berikut:


       1. Ketika seorang sahabat meminta nasihat dari Rasulullah, beliau bersabda, “Laa taghdab! Jangan marah!” dan setiap diminta tambahan nasihat, beliau selalu mengulang dengan wasiat yang sama.

“Dari Abu Hurairah RA bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW, “Berilah wasiat kepadaku.” Sabda Nabi SAW: “Janganlah engkau mudah marah.” Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau, “Janganlah engkau mudah marah.” (HR Bukhari).


2.     Dari Abu Darda RA, Rasulullah SAW bersabda “Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga.” (HR Ath-Thabrani).

Amarah mengundang seluruh keburukan. Ketika seseorang melampiaskan amarah, maka kebencian, hasad dan dendam mengotori hati, lisan bicara tanpa kendali, dan anggota badan bisa beraksi tanpa berpikir untung rugi. Semua dosa bisa terjadi bermula dari sini.

Karena itulah, orang yang menahan amarah pada saat mampu melampiaskannya mendapat fadhilah yang tinggi. Karena mencegah amarah berarti mencegah terjadinya banyak dosa, madharat dan kedzaliman.


3. Rasulullah SAW menyampaikan, orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat. Namun orang yang mampu menahan amarahnya.

Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.” (HR Bukhari dan Muslim).


4. Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhani RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).


7 Cara Meredam Amarah Ala Sunnah

1.  Membaca ta’awudz

Marah termasuk godaan yang datang dari setan. Untuk itu, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berlindung kepada-Nya dari godaan setan.

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al A’raf ayat 200).

Rasulullah bersabda: “Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A-‘uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

 

2.      Berwudhu

Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).


3.     Duduk atau Berbaring

Rasulullah bersabda, Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendaknya dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad).


4. Diam

Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad dan Bukhari).


5.  Mengingat keutamaan menahan amarah

Pahala yang disediakan bagi orang yang mampu menahan amarah sangat istimewa, seperti yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW. Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhani RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Allah juga menyediakan surga seluas langit dan bumi bagi orang yang menahan amarah, seperti dalam firman-Nya:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imron: 133-134).

Dan masih banyak lagi pahala dan keutamaan yang Allah janjikan bagi orang yang mampu menahan amarahnya.


6. Memperhatikan bahaya melampiaskan emosi

Mengingat bahwa marah adalah awal dari berbagai kemaksiatan, dengan menahan amarah, artinya telah menutup pintu terjadinya berbagai kemaksiatan.


7. Mentadaburi Ayat Al-Quran

Sebagian salaf menjadi reda marahnya begitu mendengar ayat-ayatNya disebut.

Pernah suatu kali Umar bin Khattab didatangi seorang lelaki. Dia mencela Umar dan berkata Umar tidak adil. Umar pun naik pitam hingga ingin memukul lelaki itu. Salah seorang pelayannya berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah telah berfirman, “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al A’raf: 199).

Sontak Umar terdiam dan beliau menahan amarahnya.

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang sabar dan mampu menahan amarah. 


Mungkin awalnya kamu berpikir, "aku kan orangnya emang emosian", atau, "menahan marah itu sulit", ya memang, tapi yakinlah kalau kita berusaha terus menerus Allah akan memberikan kemudahan buat kita untuk bisa menahan amarah. 

Kalau sesekali keluar tanduk, sabar, istighfar, gak papa, lain kali kita coba lagi. Bukankah semua hal itu berproses? 

Semangat buat jadi lebih sabar dalam menahan marah ya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Wawancara Beasiswa LPDP

Selamat buat teman-teman yang sudah lolos seleksi berkas. Baca tips seleksi berkas Seleksi berikutnya adalah wawancara dan Leaderless Grup Discussion (LGD).  Berikut tips wawancara, semoga dapat membantu teman-teman. Oiya, LGD kami bahas di artikel sebelumnya. Berdasarkan pengalaman saya, dan beberapa teman, wawancara itu sangat variatif, baik pewawancara, pertanyaannya, perkembangan pembicaraan saat wawancara, dan karakter masing-masing pewawancara, bisa jadi kita (baca: saya) merasa saat diwawancarai belum menjawab secara optimal, atau tidak seperti yang dipikirkan, tapi itu semua belum tentu hasilnya, so, pray to the God, agar saat ditanya Allah memberikan bimbingan yang terbaik, and just be your self. Berikut beberapa hal mengenai wawancara yang perlu teman-teman ketahui. Setelah verifikasi, lanjut ke tahap wawancara. Bila belum verifikasi tidak diperkenankan mengikuti wawancara. Pertanyaan wawancara LPDP biasanya ditanyakan oleh 3 orang pewawancara, tentang 3 ranah, yaitu: ...

Sinopsis Buku DIlarang Menyanyi di Kamar Mandi

Kali ini mimin mau mereview buku Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi. Buku ini merupakan kumpulan cerpen dari Seno Gumira Ajidarma, yang salah satu ceritanya sudah pernah diangkat ke layar lebar, dibintangi oleh Elvira Devinamira sebagai Sophie (tokoh utama), dengan judul yang sama. Total ada 13 cerpen, jadi mimin bahasnya cuma satu aja ya. Soalnya kalau dibahas semuanya kepanjangan, yuks cus… Identitas Buku Judul: Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Penulis: Seno Gumira Ajidarma Penerbit: Jogja Bangkit Publisher (JB Publisher)  ISBN: 978-602-0818-51-1   Blurb Sophie, seorang cewek kota, nekat ngekos di gang sempit untuk mempelajari masyarakat di perkampungan Jakarta. Masalah muncul saat Sophie yang gemar menyanyi pada waktu mandi membangkitkan imajinasi liar bapak-bapak di gang tersebut. Ibu-ibu di sana kemudian menyalahkan Sophie atas masalah rumah tangga yang mereka derita. Cerita jadi semakin seru ketika mereka mulai bersekongkol untuk mengusir Sophie.    Rev...

Tips: Bagaimana Membuat Esai yang Bagus? Termasuk Esai LPDP

Seringkali kita entah terpaksa atau sukarela perlu membuat esai, bisa untuk keperluan kuliah, mengisi rubrik majalah sekolah/kampus, lomba atau beasiswa. Beberapa menganggap membuat esai yang bagus itu susah-susah gampang. Nah, ini beberapa tips untuk menulis esai dengan baik. Semoga bermanfaat. :-) 1. BANYAK MEMBACA. Bagaimana bisa bagus tulisan kita kalau bacaan kita sedikit? Esai itu bangunan pemikiran yang terbentuk dari pemahaman kita. Semakin kita tahu secara utuh dan mendetail terhadap sebuah objek, semakin kompleks dan menariklah esai yang kita buat. 2. MULAI MENULIS. Jadi tulis saja. Tidak akan jadi kalau tidak dimulai. Pertama: Pahami mau menulis esai tentang apa, misalnya kalau lomba ya sesuaikan dengan tema. Kedua: Tulis beberapa pokok pikiran. Tulis semua ide yang muncul. Untuk lomba, pilihlah topik yang memang kamu kuasai. Untuk beasiswa, tulislah yang benar-benar menggambarkan dirimu, jangan berbohong, hanya saja, ceritakanlah dirimu versi terbaik, impianmu versi terb...