Langsung ke konten utama

Panduan Diet untuk Penderita Diabetes

Hallo sobat sehat, tentu di sini ada yang memiliki keluarga dengan penyakit diabetes, misalnya ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, atau bahkan mungkin kamu sendiri menderita diabetes. 

Diet bagi penderita diabetes merupakan langkah penting untuk pengobatan dan menstabilkan gula darah, karena minum obat tanpa diikuti diet dan olahraga yang tepat tidak akan memberikan hasil gula darah yang baik. 

Berikut panduan diet yang dapat diikuti untuk penderita diabetes, semoga bermanfaat 😊

MAKANAN YANG SEBAIKNYA DIHINDARI :

  1. Gula pasir, gula merah, madu, permen.
  2. Makanan turunan tepung putih antara lain donat, roti putih, kue tart, sereal manis.
  3. Buah-buahan : mangga, anggur, cempedak, nangka, durian, sawo, pisang raja, rambutan, nanas.
  4. Makanan berlemak tinggi : es krim, cake, coklat, dendeng, makanan gorengan, daging berlemak, kuning telur.
  5. Minuman : minuman kaleng/minuman bersoda, kolak, bubur kacang, sirup.

 

MAKANAN YANG DIANJURKAN :

  1. Makanan pokok yang bagus untuk dikonsumsi sesuai urutannya adalah nasi (jumlah dibatasi), jagung, dan kentang.
  2. Karbohidrat berserat : kacang-kacangan, sayuran, buah segar seperti pepaya, kedondong, apel, tomat, salak.
  3. Serat tinggi dalam sayuran, misalnya bayam, buncis, kacang panjang, jagung muda, labu siam, wortel, pare, nangka muda, kembang kol, jamur segar, seledri, taoge, ketimun, gambas, cabai hijau, labu air, terung, tomat, sawi, akan menekan kenaikan kadar gula darah.
  4. Protein nabati  : kacang kedelai, kacang merah, dan buncis.

 

ANJURAN :

  1. Melakukan olahraga secara teratur (jogging/jalan kaki).
  2. Kontrol gula darah secara teratur (minimal 1 bulan sekali).
  3. Memakai alas kaki  setiap keluar rumah.
Semoga membantu ☺🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Wawancara Beasiswa LPDP

Selamat buat teman-teman yang sudah lolos seleksi berkas. Baca tips seleksi berkas Seleksi berikutnya adalah wawancara dan Leaderless Grup Discussion (LGD).  Berikut tips wawancara, semoga dapat membantu teman-teman. Oiya, LGD kami bahas di artikel sebelumnya. Berdasarkan pengalaman saya, dan beberapa teman, wawancara itu sangat variatif, baik pewawancara, pertanyaannya, perkembangan pembicaraan saat wawancara, dan karakter masing-masing pewawancara, bisa jadi kita (baca: saya) merasa saat diwawancarai belum menjawab secara optimal, atau tidak seperti yang dipikirkan, tapi itu semua belum tentu hasilnya, so, pray to the God, agar saat ditanya Allah memberikan bimbingan yang terbaik, and just be your self. Berikut beberapa hal mengenai wawancara yang perlu teman-teman ketahui. Setelah verifikasi, lanjut ke tahap wawancara. Bila belum verifikasi tidak diperkenankan mengikuti wawancara. Pertanyaan wawancara LPDP biasanya ditanyakan oleh 3 orang pewawancara, tentang 3 ranah, yaitu: ...

Seleksi Berkas Beasiswa Spesialis LPDP

Bagi teman-teman dokter mungkin masih asing dengan beasiswa LPDP. Tadinya aku juga tidak tahu. Beasiswa LPDP ini aku tahu dari temanku yang saat itu mau mendaftar di rumah sakit yang sama. Seleksi pertama adalah seleksi berkas. Untuk tahap ini, mungkin banyak sekali pendaftar yang gugur karena tidak mengupload salah satu atau beberapa syarat. Saya sarankan untuk membuka daftar "barang-barang" yang harus diupload di web resmi dan mengupload dengan seksama karena bisa jadi persyaratan berubah. Program studi sesuai prioritas LPDP adalah sebagai berikut: 1. Obsgyn 2. Anak 3. Penyakit Dalam 4. Anestesi 5. Bedah 6. Radiologi 7. Patologi Klinik 8. Rehabilitasi Medik Tapi tidak menutup kemungkinan selain itu dipertimbangkan asal alasannya jelas dan masuk akal. Berkas yang diunggah antara lain: 1. STR 2. Ijasah S1 dan Profesi 3. Transkrip nilai (IPK minimal 3,00) 4. Surat ijin atasan bagi yang bekerja 5. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat 6. Surat keterangan se...

Tips Leaderless Grup Discussion Beasiswa LPDP

Berikut tips mengikuti seleksi diskusi kelompok LPDP. Untuk seleksi berkas ada di sini Setelah dinyatakan lolos seleksi berkas, seleksi selanjutnya adalah Leaderless Grup Discussion (LGD) dan wawancara. Pada tahap ini, peserta melakukan verifikasi dokumen terlebih dahulu dengan membawa dokumen asli, foto dan kartu identitas. Dokumen harus yang asli, tidak boleh fotokopi, meskipun ada legalisir. 1. Leaderless Group Discussion Diskusi mengenai suatu topik, dengan sumber diskusi berupa tajuk atau berita di koran. Durasi kurang lebih 20 menit. Anda akan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. 1 kelompok beranggota sekitar 8 hingga 10 orang. Kelompok tersebut akan masuk ke ruang diskusi dengan dua pengawas (mungkin psikolog?) yang akan mendampingi dan menilai jalannya diskusi. Kemudian Anda diminta duduk sesuai nomor urut di kursi masing-masing. Lalu diminta membaca fotokopian tajuk atau berita dari koran selama sekitar 2 atau 3 menit. Biasanya ada suatu topik, lalu ada 3 sampai 4 per...