Langsung ke konten utama

Apa Isi Blog Ini?

Bisakah seseorang menjadi seorang dokter spesialis, orangtua, penulis, pelukis, dan pendaki gunung sekaligus?

Kamu ingin bisa menulis? Ingin menerbitkan buku? Menulis esai? Menghafalkan juz 30? Kuliah sambil mondok di pesantren? Ingin sekolah dengan beasiswa? Menang lomba karya ilmiah? Ingin bisa melukis? Belajar bahasa Arab? Menghafal Hadits? Naik gunung? Arung jeram? Panjat gedung? Bahkan stand up comedy?

Semua hal di atas sudah pernah saya coba.

Ada yang hasilnya bagus, ada yang B aja.  Minimal pernah icip-icip nyobain. 

Banyak orang menginginkan sesuatu, tapi sebatas ingin saja. Terkadang bukan karena tidak mau berusaha, tetapi karena tidak tahu caranya.

Saat menginginkan sesuatu, tidak tahu caranya, saya mencari tahu, dan kemudian mencoba. Sebagian berhasil, sebagian tidak terlalu. Saya seorang dokter, tetapi tadinya hanya seorang anak kecil dari desa di kecamatan yang bahkan tidak ada SMA, adanya di kecamatan sebelah.

Seorang anak perempuan biasa, tidak suka dandan, tidak super duper pintar dengan IQ 200, tidak melulu belajar karena saat SMA ikut pecinta alam dan masih suka main game. Bukan anak konglomerat, bukan juga anak ustadz. Sekarang pun saya hanyalah seorang dokter dan ibu rumah tangga biasa, sehingga apa yang saya lakukan pasti juga bisa kamu lakukan.

Sebenarnya tidak ada kata tidak bisa, yang ada adalah tidak ingin. Kalau Anda ingin sesuatu, jangan mengeluh, lakukan. Atau tinggalkan. Mungkin Anda tidak benar-benar menginginkannya.

Ingin belajar menjadi dirimu yang lebih baik? Mari belajar bersama. Di blog ini aku akan sharing hal-hal yang mungkin bermanfaat untuk kamu melejitkan potensi dirimu.

Blog ini adalah perjalanan untuk belajar menjadi muslimah yang smart, sehat dan produktif. Berisi tentang cara untuk meraih cita-cita, membangun kebiasaan baik, merencanakan hidup, ada juga beberapa rangkuman dari buku-buku yang pernah aku baca, beberapa bagian berisi parenting, kesehatan, dan ada pula beberapa cerita tentang pengalaman belajar dan mengikuti tes, baik ujian lisan, tulis, tes beasiswa LPDP, tes PPDS, dan lain-lain. 

Blog ini merupakan perjalanan untuk belajar menjadi (learning to be). 

Kalau kamu seseorang yang ingin menjadi dirimu yang lebih baik, blog ini cocok untuk kamu baca. Dan, mari kita belajar bersama. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Wawancara Beasiswa LPDP

Selamat buat teman-teman yang sudah lolos seleksi berkas. Baca tips seleksi berkas Seleksi berikutnya adalah wawancara dan Leaderless Grup Discussion (LGD).  Berikut tips wawancara, semoga dapat membantu teman-teman. Oiya, LGD kami bahas di artikel sebelumnya. Berdasarkan pengalaman saya, dan beberapa teman, wawancara itu sangat variatif, baik pewawancara, pertanyaannya, perkembangan pembicaraan saat wawancara, dan karakter masing-masing pewawancara, bisa jadi kita (baca: saya) merasa saat diwawancarai belum menjawab secara optimal, atau tidak seperti yang dipikirkan, tapi itu semua belum tentu hasilnya, so, pray to the God, agar saat ditanya Allah memberikan bimbingan yang terbaik, and just be your self. Berikut beberapa hal mengenai wawancara yang perlu teman-teman ketahui. Setelah verifikasi, lanjut ke tahap wawancara. Bila belum verifikasi tidak diperkenankan mengikuti wawancara. Pertanyaan wawancara LPDP biasanya ditanyakan oleh 3 orang pewawancara, tentang 3 ranah, yaitu: ...

Seleksi Berkas Beasiswa Spesialis LPDP

Bagi teman-teman dokter mungkin masih asing dengan beasiswa LPDP. Tadinya aku juga tidak tahu. Beasiswa LPDP ini aku tahu dari temanku yang saat itu mau mendaftar di rumah sakit yang sama. Seleksi pertama adalah seleksi berkas. Untuk tahap ini, mungkin banyak sekali pendaftar yang gugur karena tidak mengupload salah satu atau beberapa syarat. Saya sarankan untuk membuka daftar "barang-barang" yang harus diupload di web resmi dan mengupload dengan seksama karena bisa jadi persyaratan berubah. Program studi sesuai prioritas LPDP adalah sebagai berikut: 1. Obsgyn 2. Anak 3. Penyakit Dalam 4. Anestesi 5. Bedah 6. Radiologi 7. Patologi Klinik 8. Rehabilitasi Medik Tapi tidak menutup kemungkinan selain itu dipertimbangkan asal alasannya jelas dan masuk akal. Berkas yang diunggah antara lain: 1. STR 2. Ijasah S1 dan Profesi 3. Transkrip nilai (IPK minimal 3,00) 4. Surat ijin atasan bagi yang bekerja 5. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat 6. Surat keterangan se...

Tips Leaderless Grup Discussion Beasiswa LPDP

Berikut tips mengikuti seleksi diskusi kelompok LPDP. Untuk seleksi berkas ada di sini Setelah dinyatakan lolos seleksi berkas, seleksi selanjutnya adalah Leaderless Grup Discussion (LGD) dan wawancara. Pada tahap ini, peserta melakukan verifikasi dokumen terlebih dahulu dengan membawa dokumen asli, foto dan kartu identitas. Dokumen harus yang asli, tidak boleh fotokopi, meskipun ada legalisir. 1. Leaderless Group Discussion Diskusi mengenai suatu topik, dengan sumber diskusi berupa tajuk atau berita di koran. Durasi kurang lebih 20 menit. Anda akan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. 1 kelompok beranggota sekitar 8 hingga 10 orang. Kelompok tersebut akan masuk ke ruang diskusi dengan dua pengawas (mungkin psikolog?) yang akan mendampingi dan menilai jalannya diskusi. Kemudian Anda diminta duduk sesuai nomor urut di kursi masing-masing. Lalu diminta membaca fotokopian tajuk atau berita dari koran selama sekitar 2 atau 3 menit. Biasanya ada suatu topik, lalu ada 3 sampai 4 per...