Langsung ke konten utama

Postingan

Proaktif: Caramu Mengendalikan Dunia

  Dalam bukunya 7 Habit of Highly Effective People , Stephen R. Covey menguraikan 7 kebiasaan manusia yang akan membuat seseorang itu bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggungjawab atas responnya terhadap dunia/kejadian di sekitar. Kebiasaan yang pertama adalah proaktif. Proaktivitas , lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Hal ini artinya, kita sebagai manusia bertanggungjawab atas hidup kita sendiri. Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita. Kita punya inisiatif dan tanggungjawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi. Inti orang yang proaktif adalah kemampuan untuk menomorduakan impuls/rangsangan dari luar/perasaan, sesudah nilai . Kita bisa lo, dimarahin orang, tapi enggak kesel. Ah, orangnya memang kaya gitu. Kita bisa lo, dihina orang, tapi enggak marah. Orang tidak akan menendang bangkai anjing. Berarti aku bernilai. Kata responsibility (tanggung jawab), berasal dari kata response-ability artinya adalah kemampuan untuk memil...

Asam Urat, Jangan Makan Ini!

Ada yang pernah terkena asam urat? Rasa nyeri di sendi, bisa di jari kaki atau tangan, terasa panas dan nyeri sehingga sulit digerakkan? Wah, jangan-jangan kadar asam urat dalam darah kamu tinggi! Segera cek di laboratorium klinik terdekat ya... Ini tips diet untuk penderita asam urat. Semoga bermanfaat 😀 PANDUAN MAKAN ASAM URAT TINGGI MAKANAN YANG WAJIB DIHINDARI : 1. Makanan laut : udang, cumi, kepiting, kerang, ikan teri, telur ikan. 2. Jeroan : hati, ampela, usus, paru, jantung, limpa, babat, otak. 3. Kornet, sarden, dan kaldu instan. 4. Makanan yang difermentasikan (contoh : tape) dan minuman beralkohol. 5. Daging burung dan angsa. MAKANAN YANG DIBATASI : 1. Daging sapi dan ayam. 2. Ikan : kakap, tongkol, tenggiri, gurami, bandeng, bawal. 3. Kacang-kacangan : kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai (termasuk tahu, tempe). 4. Sayur : asparagus, buncis, kacang polong, brokoli, kol, bayam, daun singkong, kangkung, daun pepaya, daun melinjol, biji melinjo, dan jamu...

Yang Memakan Waktu Luang

Akhir-akhir ini aku jadi sering main hape, lihat Instagram, dan baca-baca random di internet. Sekarang aku sedang baca buku 7 Habit of Highly Effective People. Buku ini sudah lama aku baca, tapi aku baca ulang karena bagus. Selalu ada yang baru saat aku sudah baca sebuah buku, lalu aku baca lagi. Beda dengan kalau lihat hape. Tapi, aku enggak bisa menahan diri buat scroll Instagram, surfing internet, baca berita artis yang sebenarnya enggak penting buat aku ikutin. Setelah melakukan itu aku seringkali menyesal, tapi sering juga diulang lagi. Aku pengen rutin menulis di blog, meskipun bingung mau menulis apa. Mungkin karena sedang enggak fokus dan enggak meluangkan waktu khusus buat menulis. Juga karena enggak ada target menulis yang jelas. Kamu ada yang kesulitan melepaskan diri dari gadget enggak? Bagaimana tips-tips nya?

Tarian Hujan

 Harum tetes hujan yang rindu memeluk bumi Menumbuhkan rumput liar yang cantik dari biji dorman Kaki-kaki kecil meningkahi gemericik air hujan Menyusuri padang ilalang Butir-butir lembut serbuk sari menempel di rok   Menghirup partikel udara Mencercapi tetesan air langit Merasuk ke pori-pori   Tak ada waktu Hanya suka Tawa dan cinta

Adab Sebelum Ilmu

Di beberapa kajian islam yang pernah saya ikuti, dijelaskan bahwa mempelajari adab itu sama penting, bahkan bisa jadi lebih didulukan daripada mempelajari imu itu sendiri. Saya membaca dan mengikuti beberapa kajian yang mengulas tentang adab menuntut ilmu. Saya pikir ini harus dipelajari terlebih dahulu sebelum kita belajar ilmu apa pun, termasuk di dalamnya ilmu agama, menghafal Quran, Hadits, belajar, kuliah dan sebagainya. Para ulama terdahulu sangat dalam perhatiannya terhadap masalah adab dan akhlak. Imam Malik pernah berkata, “Pelajarilah adab sebelum ilmu.” Mengapa harus mendahulukan mempelajari dan menerapkan adab sebelum ilmu? Yusuf bin Al Husain berkata, “Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.” Oleh karena itu, para ulama sangat perhatian dalam hal adab. Ibnul Mubarok berkata, “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun, sedangkan kami mempelajari ilmu    selama 20 tahun.” Ibnu Sirin berkata, “Mereka (para ulama) dahulu mempelajari petu...

Tujuan Hidup Manusia

  “Menuntut Ilmu itu Wajib” Manusia diberikan bekal berupa akal, kebutuhan naluri dan kebutuhan jasmani. Kebutuhan naluri ada 3, yaitu kebutuhan akan eksistensi diri, melestarikan keturunan/naluri seksual, dan naluri beragama atau naluri bertuhan. Kebutuhan akan akal, kebutuhan naluri dan kebutuhan jasmani ini mempunyai dorongan untuk dipenuhi, pemenuhan kebutuhan ini berdasarkan kecenderungan kita. Misalnya, kita ingin makan karena lapar, kita sukanya daging, ya bisa jadi cari bakso, empal gepuk, semur, rendang, dan sebagainya. Ada banyak pilihan bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan kita, misalnya kita ingin memiliki pasangan, sehingga ada dorongan untuk pacaran, dorongan “cara pemenuhan kebutuhan” ini muncul karena ada rangsangan dari luar, misalnya seseorang ingin pacaran karena ya memang itulah yang sering dilihat. Ada juga yang cara pemenuhan kebutuhannya dengan menikah. Allah memberikan manual book untuk kita memenuhi semua kebutuhan hidup kita. Kalau manual book kita...

Refleksi Akhir Tahun

  “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Saya mulai tertarik untuk mempelajari ilmu agama dan Al-Quran saat masih SMA. Saat itu saya belum berjilbab, tapi kakak sepupu perempuan saya yang tinggal bersama kami berjilbab dan panjang, beliau adalah aktivis dakwah. Dari beliau saya diperkenalkan mentor-mentor yang asyik dan ciamik.  Pengajian diadakan seminggu sekali di lantai 2 rumah saya, untuk yang perempuan, sedangkan yang laki-laki di laboratorium klinik di depan rumah saya. Teman-teman saya dari 1 SMA bukan hanya dari kelas saya saja, tapi juga dari kelas lain. Ada beberapa anggota yang datang dan pergi, tetapi yang paling istiqomah ada sekitar 5 orang, beberapa waktu kemudian ada adik-adik kelas kami juga. Suatu waktu saya mengikuti acara rihlah, dan bertemu teman-teman dari SMA lain, kemudian mereka ingin ikut hadir di pengajian rutin kami. Ternyata banyaaaaakkk...sekali jumlah teman baru yang datang, kebanyakan dari MAN di deka...